The Now Trends Around Us

Peran Pemerintah Kepada Penyandang Disabilitas

Peran Pemerintah Kepada Penyandang Disabilitas

Jul 24, 2019

Penyandang disabilitas menginginkan kesempatan untuk hidup seperti orang Indonesia lainnya.
Namun, orang-orang https://www.kompasiana.com/mawan.sidarta/5bf80fd9677ffb17915bdc34/penyandang-disabilitas-bisa-menjadi-aset-berharga-bagi-perusahaan?page=all menghadapi banyak hambatan dan biaya sebelum mereka dapat mencapai aspirasi mereka untuk menjalani kehidupan biasa.
Ada sejumlah besar biaya yang terkait dengan kedisabilitasan. Penyandang disabilitas mungkin membutuhkan sumber daya tambahan untuk menjalani kehidupan biasa.
Kebutuhan mereka bervariasi sesuai dengan keadaan pribadi mereka, dan jenis dan tingkat keparahan gangguan mereka.

Beberapa hambatan untuk mencapai kehidupan biasa muncul dari karakteristik lingkungan yang dibangun (misalnya tangga bukannya lift atau elevator), atau lingkungan komunikasi (informasi hanya disediakan dalam cetakan kecil).
Yang lain muncul dari sikap sosial umum tentang kedisabilitasan.
Penyandang disabilitas membutuhkan serangkaian sumber daya tambahan relatif terhadap yang disyaratkan oleh orang-orang umum termasuk:
• sumber daya dan peralatan unik, seperti kursi roda atau dukungan dari orang lain yang tidak diperlukan orang umum.
• bentuk modifikasi dari sumber daya yang tersedia atau digunakan secara umum, misalnya telepon yang dimodifikasi, yang mungkin lebih mahal.

Di seluruh jenis penurunan nilai, empat sumber tambahan umum secara konsisten disebutkan sebagai diperlukan oleh orang-orang disabilitas, terlepas dari keadaan mereka yang lebih luas:
• dukungan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan partisipasi sosial sehari-hari.
Dukungan manusia adalah satu-satunya sumber daya tambahan paling penting yang diperlukan oleh banyak penyandang disabilitas, meskipun cakupan dukungan itu luas dan beragam.
Itu membuat sebagian besar biaya sumber daya tambahan
• transportasi yang mudah diakses dan tepat waktu bagi individu penyandang disabilitas yang tidak dapat mengendarai kendaraan mereka sendiri adalah kebutuhan yang signifikan bagi sebagian orang.
Banyak orang disabilitas dapat menggunakan kereta api, bus, dan feri, tetapi yang lain membutuhkan layanan dari pintu ke pintu yang disediakan oleh taksi atau kemampuan khusus dari mobilitas taksi
• teknologi dibutuhkan agar orang-orang disabilitas dapat mendapatkan akses ke informasi dan berpartisipasi dalam masyarakat.
Banyak penyandang disabilitas harus mengandalkan cara alternatif untuk berkomunikasi dan berinteraksi karena hambatan yang dihadapi dalam mendapatkan akses ke layanan dan acara.
• “konseling dan pembinaan kehidupan” adalah saran dan panduan untuk mendukung orang-orang disabilitas untuk mengatasi hambatan yang mereka alami setiap hari, dan mengidentifikasi peluang untuk pengembangan pribadi dan pekerjaan yang bermakna.